PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI SERBUK GERGAJI DAN BIOCHAR DARI LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP N-total, NH4+ dan KTK PADA TANAH ULTISOL

Fandi Kurniawan, Rd. Indah Nirtha Nilawati, Bambang Joko Priatmadi

Abstract


Ultisol merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai sebaran luas, tekstur tanah ini umumnya didominasi oleh mineral kaolinit yang tidak banyak memberikan kontribusi pada kapasitas tukar kation tanah sehingga kapasitas tukar kation hanya bergantung pada kandungan bahan organik dan fraksi liat. Bahan organik dan teknologi biochar salah satu teknologi dapat berpengaruh terhadap perubahan sifat-sifat tanah. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh penambahan kombinasi serbuk gergaji dan biochar cangkang kelapa sawit dalam perbaikan ketersedian unsur N- total, NH4+ dan KTK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan: tanpa penambahan apapun, cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji, biochar dan serbuk gergaji, biochar, cangkang kelapa sawit, serbuk gergaji dengan waktu inkubasi selama 15 hari dan pengulangan sebanyak 3 kali. Berdasarkan dari hasil penelitian, penambahan biochar dari cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji berpengaruh nyata terhadap N-total, NH4dan KTK , begitu pula dengan penambahan cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji.

 

Kata kunci: Tanah ultisol, Biochar, Serbuk gergaji, Cangkang kelapa sawit


Full Text:

PDF

References


Aspacasri. 2013. Artikel Cangkang Sawit. http://aspacasri.org/artikel/cangkangsawit, diakses tanggal 1

November 2016

Bakkara, Lenaria. 2014. Pemanfaatan Pohon Kelapa Sawit.http://www.academia.edu/4395654/8291PB, diakses tanggal 25 Oktober 2016

Blanco-Canqui, H. and R. Lal. 2004. Mechanisms of carbon sequestration in soil agregates. Jurnal Critical Reviews in Plant Sciences. ISSN 1549-7836. Vol 23 No 6, Hal 481-504. The Ohio State University, USA.

Cristoper, H dan Marteen. 2008. Gasification : Second Edition. UK : Elsevier

Fitrianty, L. 2015. Pengaruh Dosis Biochar Dari Limbah Tandan Kelapa Sawit Terhadap Perubahan Sifat Fisika – Kimia Tanah Ultisol Dengan Parameter Berat Jenis, Kadar Air, pH, KTK dan Al- dd. Skripsi Jurusan Lingkungan. Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Gani, A. 2009. Biochar penyelamat lingkungan. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol31, Hal 15-16.

Glaser, B., Lehmann, J., dan Zech, W. 2002. Ameliorating Physical and Chemical Properties of Highly Weathered Soils in The Tropics with Charcoal –a review. Journal Biology and Fertility of Soils. ISSN 1432-0789. Vol 35, Hal 219-230. University of Bayreuth, Germany.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta

Latuponu, H., Shiddieq, D., Syukur, A., & Hanudin, E. 2011. Pengaruh biochar dari limbah sagu terhadap pelindian nitrogen di lahan kering masam. Jurnal Agronomika. Vol 11 No 2. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Liang, B., J. Lehmann, D. Solomon, S. Sohi, J.E. Thies, J.O. Skjemstad, F.J. Luizao, M.H. Engelhard, E.G. Neves, and S. Wirick. 2008. Stability of Biomassderived Black Carbon in Soils. Journal Geochimica et Cosmochimica Acta. Vol 72, Hal 6096-6078. Cornell University, New York.

Meriyenti. 2001. Pemanfaatan Kompos Kirinyuh, Serbuk Gergaji dan Arang Sekam Untuk Media

Semai Jati. Skripsi Jurusan Manajemen Hutan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mulyani, A., Suharta, N. 2000. Kriteria Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Pertanian. Jurnal Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor

Nurida, N. L., A. Dariah., dan A. Rachman. 2012. Kualitas limbah pertanian sebagai bahan baku pembenah tanah berupa biochar untuk rehabilitasi lahan. Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor

Prasetyo, B.H., D. Subardja, dan B. Kaslan. 2005. Ultisol dari bahan volkan andesitic di lereng bawah G. Ungaran. Jurnal Tanah dan Iklim. Vol 23, Hal 1−12. Pusat Penelitian Tanah Agroklimat, Bogor.

Rondon, M.A., J. Lehmann, J. Ramirez, dan M. Hurtado, 2007. Biological

Nitrogen Fixation by Common Beans (Phaseolus vulgaris L) Increases with Bio -char additions.

Journal Biology and Fertility Soils. ISSN 1432-0789. Vol 43, Hal 699-708. Cornell University, New York.

Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Santi, L. P. dan D. H. Goenadi. 2010. Pemanfaatan bio-char sebagai pembawa mikroba untuk

pemantap agregat tanah Ultisol dari Taman Bogo- Lampung. Jurnal Menara Perkebunan, Vol

No 2, Hal 52 – 60. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan, Bogor.

Steinbeiss, S., G. Gleixner, M. Antonietti. 2009. Effect of biochar amendment on soil carbon balance and soil microbial activity. Journal of Soil Biology and Biochemistry. Vol 41: 1301–1310. Max Planck Institute for Biogeochemistry, Germany.

Sudarmadji, S. 1996. Prosedur Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty, Yogyakarta. Tillman, R. W. & D. R. Scotter. 1991. Movement of Solute Associated with Intermittent Soil Water

Flow II. Nitrogen and Cation. Aust. J. Soil Res. 29: 185-196.

Yang, H., R. Yan, D.T. Liang, H. Chen & C. Zheng. 2006. Pyrolysis of Palm Oil Wastes for Biofuel Production. Journal Energy and Environment. ISSN 1513-4121. Vol 7, Hal 315-323. Nanyang Technological University, Singapore.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.