PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI PADA JALAN BELITUNG DARAT KOTA BANJARMASIN

Romadhini Putri Wulandari, Rony Riduan, Nova Annisa

Abstract


Penelitian mengenai tingkat kebisingan akibat aktivitas transportasi di Jalan Belitung Darat perlu dilakukan untuk menentukan tingkat kebisingan yang terjadi pada wilayah studi. Penelitian dilakukan dalam tujuh interval waktu dan dilakukan pada sepuluh titik sampling. Data kemudian diolah menggunakan metode sesuai dengan PerGub KalSel 053/2007. Selanjutnya dilakukan pemetaan tingkat kebisingan di sepanjang Jalan Belitung Darat dengan bantuan Program Surfer®. Pada penelitian ini juga dilakukan pengkorelasian antara tingkat kebisingan yang terjadi dengan jumlah kendaraan yang melintas di wilayah studi. Dari penelitian yang dilakukan, dapat ditarik

kesimpulan bahwa tepat di pinggir jalan pada wilayah studi tingkat  kebisingannya berkisar antara 74,1 dBA – 76,8 dBA. Kebisingan yang terjadi memiliki korelasi yang kuat dengan 86,7% kebisingan  berasal  dari   aktivitas   transportasi  (jumlah  kendaraan).   Hasil  Pemetaan  tingkat kebisingan yang terjadi tepat dipinggir jalan pada wilayah studi berkisar antara 55 dBA - 77 dBA dan semakin jauh dari jalan raya tingkat kebisingan semakin menurun.


Keywords


kebisingan; pemetaan; transportasi

Full Text:

PDF

References


AASHTO. (1993). Guide on Evaluation and Abatement of Traffic Noise. American Association of State Highway and Transportation Officials Highway Subcommitee, USA.

Anggoro, D. (2012). Implementasi pengendalian risiko kebisingan dengan pendekatan hirarki pengendalian dibagian proses tenun. PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Arisnawati, R. S., Riduan, R., & Annisa, N. (2017). Pemetaan Distribusi Konsentrasi Karbon Monoksida (Co) Dihubungkan Dengan Aktivitas Kendaraan Bermotor Di Kampus Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, 1(01).

Badan Pusat Statistik. (2016). Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis, 1949 -2014. (https://www.bps.go.id, diakses pada tanggal 30 Juli 2016)

Bruel, and Kejaer. (2011). Environmental Noise. Creating Sustainable Value. (http://www.nonoise.org/library/envnoise/index.htm, diakses pada tanggal 4 Januari 2016)

Dennis J.H., et.al. (2001). Occupational Noise Exposure and Hearing Loss of Workers in Two Plants in Eastern Saudi Arabia. JournalAnn. Occup. Hyg. Vol. 45. No. 5. Pp. 371-380.

Djalante, S. (2010). Analisis Tingkat Kebisingan Di Jalan Raya Yang Menggunakan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) (Studi Kasus: Simpang Ade Swalayan). Jurnal SMARTek. Vol. 8 No. 4. November 2010. Hal 280-300.

Fitriyati, N. and N. Nasrullah. (2005). Peranan Tajuk Vegetasi sebagai Pereduksi Bising (The Role of Vagetation Canopy as Noise Barrier). Jurnal Lanskap Indonesia 1. Hal 4-6

Harris, Cyril M. (1979). Handbook of Noise Control. New York: McGraw-Hill Company, Inc.

Hidayati, Nurul. (2007). Pengaruh Arus Lalu Lintas Terhadap Kebisingan (Studi Kasus Beberapa Zona Pendidikan Di Surakarta). Dinamika TEKNIK SIPIL. Volume 7, No. 1, Januari 2007. Hal 45-54

Hobbs, F. D. (1995). Perencanaan Dan Teknik Lalu Lintas. Edisi Kedua. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Ismail, Z. (2011). Dampak Kebisingan Versus Gangguan Psikologis, in Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret. Surakarta

Kirmanto, D. (2012). Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.05/PRT/M/2012. Indonesia

Magrab, E.D.. (1982). Environmental Noise Control. McGraw-Hill, Inc., New York.

Menteri Negara Lingkungan Hidup. (1996). Baku Tingkat Kebisingan. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Menteri Tenaga Kerja. (1999). Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat Kerja. Keputusan Menteri Tenaga Kerja

Nanu, D.Z. (2011). Faktor Penyebab dan Cara Pengendalian Kebisingan. Universitas Negeri Surakarta. Surakarta

Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan. (2007). Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan. Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Purnomowati, E R. (1997). Mencari Korelasi Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Dengan Jumlah Kendaraan Yang Lewat Di Jalan Kaliurang. Media Teknik 1997, XIX(4).

Rao, S., et. al. (1988). Study of Noise Leves Emitted by individual Motor Vehicle on Road of Visak Hapatnam City.

Setiawan, F. N. 2010. Tingkat Kebisingan Pada Perumahan Di Perkotaan. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, No.2, Volume 12 – Juli 2010. Hal 191-200

Spooner, D. M. dan A. Salas. (2006). Structure, Byosistematics, and Genetic Resources, dalam J. Gopal dan S. M. P. Khurana (Ed.) Handbook of Potato Production, Improvement, and

Postharvest Management. The Haworth Press, Inc. New York

Umiati, S. (2011). Pengaruh Tata Hijau Terhadap Tingkat Kebisingan Pada Perumahan Jalan Ratulangi Makassar. Teknika 2. Hal 12-19

Warpani, S. P. (2002). Pengelolaan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Wicaksono, M. (2004). Alternatif Pemilihan Barrier Untuk Mereduksi Kebisingan Akibat Aktivitas Di Jalan Tol Studi Kasus: Kawasan Taman Aloha. Tugas Akhir Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS. Surabaya

Wilson, C. E. (1989). Noise Control : Measurement, Analysis and Control of Sound and vibration. Harper and Row Publisher, Chambridge.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.