SEBARAN POTENSI AIR TANAH DI KECAMATAN CEMPAKA MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERG

Dicky Audi Rahman, Rony Riduan, Ninis Hadi Haryanti

Abstract


Kecamatan Cempaka memiliki jumlah penduduk sebesar 32.075 orang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat di Kecamatan Cempaka lebih memilih menggunakan sumur bor dan sumur galian daripada menggunakan jaringan perpipaan. Padahal penggunaan sumur bor ataupun sumur gali kurang optimal dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Hal itu disebabkan karena pada sumur bor dan sumur galian sering terjadi kekeringan yang menimbulkan permasalahan dalam pemenuhan air bersih di Kecamatan Cempaka khususnya Kelurahan Bangkal dan Kelurahan Palam. Hal tersebut memperparah keadaan karena daerah tersebut merupakan daerah rawan air. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, maka dilakukan pemetaan potensi air tanah. Pemetaan air tanah tersebut berguna untuk mengetahui adanya keberadaan air tanah untuk kebutuhan air bersih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi schlumberger. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengolahan data, didapatkan nilai kedalaman dan ketebalan yang bervariasi. Penyebaran potensi air tanah di delapan titik lokasi penelitian memiliki nilai kedalaman dan ketebalan yang bervariasi. Sehingga dengan nilai tersebut dapat diketahui kriteria potensi air tanah yang besar yaitu di Kelurahan Palam (RT 6, RT 5 dan RT 3) dan di Kelurahan Bangkal (RT 2, RT 3 dan RT 5).

Keywords


potensi air tanah; konfigurasi schlumberg; cempaka

Full Text:

PDF

References


Annisa, N., Riduan, R., & Prasetia, H. (2016). 8. Model Rain Garden Untuk Penanggulangan Limpasan Air Hujan Di Wilayah Perkotaan. Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan), 2(1).

Anonim1. (2015). Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Banjarbaru 2015. Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarbaru

Anton, K & Ali, M. (2014). Pemetaan Potensi Air Tanah Sebagai Sumber Air Bersih Daerah Pesisir Pantai Batakan Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Teknologi & Industri. Vol. 3 No. 1. Juni 2014.

Badan, Pusat Statistik. (2017). Kota Banjarbaru Dalam Angka.

Sigit, D., Udi, H. & Sugeng, W. (2014). Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Di Area Panas Bumi Desa Diwak Dan Derakan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Youngster Physic Journal. Vol. 3 No. 2. April 2014. 159-64.

Sukur, K.T. (2015). Struktur Permukaan Tanah Di Kota Lama Semarang Menggunakan Metode Geolistrik Resistivity Konfigurasi Schlumberger. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Semarang


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.