PENGARUH JENIS BAHAN ORGANIK PADA SISTEM RESAPAN BIOPORI MODIFIKASI TERHADAP PERUBAHAN FISIK TANAH SEBAGAI TEKNIK KONSERVASI TANAH

Muzaimah Muzaimah, Chairul Abdi, Fakhrur Razie

Abstract


Kebanyakan lahan yang belum dikelola dengan baik dalam bidang pertanian maupun perkebunan tentunya lama kelamaan akan dapat berpengaruh terhadap kesuburan tanah yaitu menurunnya kualitas sifat fisik tanah pertanian/perkebunan. Membuat lubang resapan biopori modifikasi dengan penambahan bahan organik merupakan salah satu upaya konservasi tanah untuk menangani permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis bahan organik pada lubang resapan biopori modifikasi terhadap beberapa sifat fisik tanah. Penelitian ini dilakukan dilahan perkebunan karet dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan masing-masing 4 kali ulangan yaitu variasi pemberian 4 jenis bahan organik seperti daun dan ranting kering, pupuk kompos , rumput/tanaman liar, kotoran ternak dan tanpa bahan organik sebagai kontrol dan variasi kedalaman sampel 0-50 cm dan 50-100 cm. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penambahan jenis bahan organik menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap distribusi partikel tanah dan kemantapan agregat tanah di kedalaman 0-50 cm maupun 50-100 cm serta kadar air di kedalaman 0-50 sedangkan dikedalaman 50-100 berbeda nyata untuk kadar air, adapaun variasi kedalaman sampel diketahui tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedalaman 0-50 dan 50-100 cm terhadap distribusi partikel tanah, kadar air dan kemantapan agregat tanah

Full Text:

PDF

References


Amirat , Farah, Kurniatun Hairiah dan Syahrul Kurniawan. 2014. Perbaikan Biopori Oleh Cacing Tanah (Pontoscolex corethrurus). Apakah Perbaikan Porositas Tanah Akan Meningkatkan pencucian Nitrogen?. Jurnal Tanah dan Sumberdaya lahan Vol.1.

Brata, Kamir.R an Anne Nelistya. 2008. Lubang Resapan Biopori. Hlm. 22-25. Buku Teknologi non budidaya. Penebar Swadaya: Bogor.

Darmawijaya, Isa. 1992. Klasifikasi Tanah. Gajah Mada University press: Yogyakarta

Foth, Henry. 1998. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.

Islami, T dan W.H.Utomo. 1995. Hubungan Tanah Air dan Tanaman. IKIP Semarang Press.

Semarang

Junedi, Heri. 2010. Perubahan Sifat Fisika Ultisols Akibat Konversi Hujan Menjadi Lahan Pertanian. Jurnal Hidrolitan 1:2: 10-14

Khairuna, Syafruddin dan Marliana.2015. Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskular Dan Kompos Pada Tanaman Kedelai Terhadap Sifat Kimia Tanah. Jurnal Floratek. No.10 Tahun 2015. Universitas Syiah Kuala. Hal : 1-9

Muchron, Aditya. 2010. Hubungan Eksistensi Lubang Resapan Biopori Dengan Sifat Fisik Tanah Disekitarnya (Studi Kasus Kecamatan Pancoran Mas, Limo dan Cinere Kota Depok). Skiripsi. Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Murniyanto, Eko. 2007. Pengaruh Bahan Organik Terhadap Kadar Air Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Jagung diLahan Kering. Buana Sains Vol. 7 No.1.

Nugroho, Priyo Ardi, Istianto. 2009.Karakteristik dan Potensi Tanah Ultisol untuk Pengembangan Tanaman Karet disebgian Wilayah Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Jurnal.

Razie, Fakhrur, Noor Aldawati, Yudhi Ahmad Nazari dan Gunawan. 2015. Pola Penyediaan Air dan Hara pada Sistem Resapan Biopori Modifikasi Di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal. Universitas Lambung Mangkurat.

Refliaty, dkk.2010. Kemantapan Agregat Ultisol Pada Beberapa Penggunaan lahan Dan Kemiringan Lereng. Jurnal Hidrolitan, 1:2:35-42. Fakultas Pertanian Universitas Jambi

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah.IPB. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.