EVALUASI JALAN TAMBANG BERDASARKAN GEOMETRI DAN DAYA DUKUNG PADA LAPISAN TANAH DASAR PIT TUTUPAN AREA HIGHWALL

Thoni Riyanto., Agus Triantoro., Riswan Riswan., Yosua Dinata Olla

Abstract


Pada kegiatan pemindahan material overburden, jalan tambang merupakan parameter penting untuk menunjang kinerja alat angkut. Pada jalan tambang sering dijumpai kerusakan-kerusakan di badan jalan seperti, jalan berlubang dan permukaan jalan tidak mulus. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi geometri jalan dan daya dukung tanah pada jalan tambang yang belum memenuhi standar, sehingga perlu dilakukan evaluasi. Penelitian penelitian dilakukan di Jalan Alphard, Dodge dan Cadillac dengan jalan 3720 meter di Pit Tutupan Highwall PT Pamapersada Nusantara Jobsite PT Adaro Indonesia. Pemilihan lokasi jalan penelitian berdasarkan jalan yang memiliki data jumlah alat angkut dan jumlah fleet paling banyak, serta data kecepatan alat angkut paling rendah.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menganalisis geometri jalan, daya dukung tanah jalan terhadap beban yang melewatinya, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan jalan dan perbaikan geometri.

Penelitian dimulai dengan pengambilan data geometri aktual jalan dan daya dukung tanah aktual jalan (CBR subgrade dan rolling resistance). Kemudian membandingkan dengan standar teoritis, diperoleh geometri ideal untuk desain kecepatan 60 km/jam yaitu lebar jalan lurus 24 meter, lebar jalan tikungan 28 meter, grade maksimal 8%, superelevasi 8% dan cross slope 2 - 4%. Daya dukung tanah jalan diperoleh CBR ideal 40% dan rolling resistance 65 lb/ton (3,25%). Dapat diketahui bahwa jalan dalam kondisi paling rusak adalah jalan Cadillac Kemudian membandingkan travel speed alat angkut kondisi jalan aktual dan kondisi simulasi pada jalan Cadillac, dan didapat selisih waktu tempuh sebesar 0.67 - 1.31 menit. Tidak terlalu menjadi masalah jika alat angkut harus kehilangan waktu cycle time sebesar 0.67 – 1.31 menit. Berdasarkan pertimbangan tersebut, tidak terlalu disarankan untuk melakukan perbaikan perkerasan di jalan Cadillac, cukup dengan hanya melakukan pemeliharaan dan perawatan jalan meliputi grading, compacting dan water spraying. Namun jika jalan Cadillac dalam kondisi rusak parah, mengganggu keselamatan kerja dan diharuskan melakukan perkerasan, maka berdasarkan data CBR yang ada, ketebalan lapisan perkerasan yang dapat diberikan yaitu 1 lapisan di atas subgrade, sebesar 9.64 inci material batulempung (claystone).

 

Kata-kata kunci : Daya dukung jalan tambang, evaluasi jalan tambang, geometri jalan tambang

Full Text:

PDF

References


Anonim. 1998. Mine Road Design Manual. BHP Engineering Brisbane, Australia.

Anonim. 2009. Specifications & Application Handbook Edition 30. Komatsu, Japan.

Darling, P. 2011. SME Mining Engineering Handbook. Society For Mining, Metallurgy and Exploration, inc., United States of America.

Hustrulid, W., Kuchta, M., dan Martin R. 2013. Open Pit Mine Planing and Design. Taylor and Francis Group, LLC., United States of America.

Indonesianto,Y. 2008. Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik Pertambangan UPN “Veteran”, Yogyakarta.

Pramono, S. W. 2015. Meningkatkan Productivity Dengan Kosistensi. TOSD Departement. Pamapersada Nusantara, Tabalong.

Sukirman, Silvia, 1999, Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan, NOVA, Bandung.

Sukirman, S.. 1999. Perkerasan Lentur Jalan Raya. NOVA. Bandung.

Suwandhi, A. 2004. Diktat Perencanaan Tambang Terbuka seri Perencanaan Jalan Tambang. Universitas Islam Bandung, Bandung.

Tannant, D.D., Regensburg B. 2001. Guidelines For Mine Haul Road Design. University of Alberta, Canada

Wedhanto, S. 2009. Diktat Kuliah Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis. Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.