EVALUASI KEDALAMAN LUBANG BOR DENGAN SOUNDING DAN LASER DISTANCE METER PADA QUARRY BATUGAMPING

Muhammad Fawzi., Nurhakim Nurhakim., Agus Triantoro., Suryadi Suryadi.

Abstract


PT Pama Indo Mining merupakan perusahaan kontraktor dari PT Indocement Tunggal Prakarsa dimana melakukan kegiatan penambangan untuk bahan galian berupa limestone, claystone serta laterite. Pada waktu melakukan pemboran terkadang alat bor sering mengalami breakdown dan juga terkadang alat bor sering menganggur dikarenakan lamanya prepare lokasi area pemboran. Saat observasi lapangan setelah alat bor selesai membuat lubang bor sering kali terlihat adanya material dinding lubang bor yang jatuh kembali ke dalam lubang dan biasanya cutting hasil pemboran masuk ke lubang saat alat bor melakukan manuver dari satu titik lubang bor ke lubang bor yang lain sehingga harus dilakukan pengukuran kedalaman ulang (sounding) terhadap lubang bor yang telah direncanakan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan observasi langsung dan pengukuran di lapangan dengan menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan ketidaktercapaian kedalaman lubang bor hasil sounding dengan aktual di lapangan.

Pemboran lubang ledak berfokus kepada Quarry Elevasi 76 PT Pama Indo Mining dan didapatkan data cycle time alat bor selama 14 hari dengan rata-rata sebesar 24.60 menit dan kecepatan pemboran rata-ratanya sebesar 0.45 meter/menit atau 27.08 meter/jam. Untuk nilai cycle time terkecil sebesar 21.15 menit dan terbesar 29.80 menit. Data riwayat penggunaan alat bor didapatkan nilai mechanical availability rata-rata untuk bulan april 2015 sebesar 78.89 %, physical availability rata-rata untuk bulan april 2015 sebesar 95.07 %, use of availability rata-rata sebesar 36.91 % dan effective utilization rata-rata sebesar 35.14 %. Pengukuran kedalaman lubang bor menggunakan meteran dan laser distance meter. Hasil yang didapatkan saat diukur dengan meteran didapatkan kedalaman lubang bor rata-rata sedalam 10.84 meter dan dengan menggunakan laser distance meter kedalaman lubang bor rata-rata sedalam 10.96 meter. Dari hasil pengukuran didapatkan hal penyebab ketidaktercapaian kedalaman lubang bor aktual dan hasil sounding diantaranya adanya cutting hasil pemboran yang masuk ke dalam lubang bor, material yang runtuh di dinding lubang bor dan masuk lagi ke dalam lubang bor serta flushing material dari alat bor yang kurang maksimal.

 

Kata-kata kunci: Alat Bor, Cycle time, Evaluasi, Kedalaman Lubang Bor, Sounding

Full Text:

PDF

References


Jimeno, C. L. 1995. Drilling and Blasting of Rocks. A.A. Balkema Publishers, Rotterdam, Brookfield, USA. hal : 1, 9, 56, 58.

Koesnaryo, S. 2001. Pemboran untuk Penyediaan Lubang Ledak. Fakultas Teknologi Mineral, Jurusan Teknik Pertambangan, UPN “Veteran” Yogyakarta. hal : 20 - 21.

Naapuri, J. 1987. Surface Drilling and Blasting. Tamrock, Kewdale, Western, Australia. hal : 71-72.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.