ANALISIS KESTABILAN LERENG DESAIN DISPOSAL XYZ TAHUN 2016 DI KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN

Muhammad Azmi., Nurhakim Nurhakim., Romla Noor Hakim.

Abstract


Disposal  atau  tempat  penimbunan harus direncanakan dengan baik untuk mengurangi dampak buruk yang kemungkinan dapat terjadi akibat adanya faktor-faktor yang mengganggu kestabilan lereng disposal. Adanya perubahan geometri lereng dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai kestabilan lereng baru yang terbentuk. Kekhawatiran ini disebabkan karena area perluasan disposal akan menimbun kolam lumpur dan settling pond, dimana di dasar kolam tersebut terdapat material hasil sedimentasi (sludge) yang memiliki kekuatan kohesi yang kecil, dimana sludge berpotensi menjadi bidang gelincir di kaki lereng, yang mana dapat menyebabkan  lereng mengalami pergerakan. Untuk menganalisis lereng disposal, maka dilakukan perhitungan terhadap lereng yang berada di daerah penelitian. Nilai faktor keamanan minimum yang direkomendasikan oleh perusahaan adalah 1.2, baik lereng tunggal maupun lereng keseluruhan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kesetimbangan batas yaitu metode Morgenstern-Price yang mana proses analisisnya merupakan hasil dari kesetimbangan setiap gaya – gaya normal dan momen yang bekerja pada tiap irisan dari bidang kelongsoran lereng dengan bantuan software Slide versi 6.0 dari Rocscience.

Setelah melakukan perhitungan faktor keamanan lereng terhadap desain disposal tahun 2016, dari 6 sayatan yang dibuat, diperoleh bahwa nilai faktor keamanan lerengnya seluruhnya tidak mencapai 1.2. Untuk lereng keseluruhan sayatan S1-S1’ belum stabil dengan nilai FK sebesar 0.778, untuk sayatan S2-S2’ nilai FK yang dihasilkan sebesar 0.906, demikian pula dengan sayatan S3-S3’ yaitu sebesar 0.81, untuk sayatan S4-S4’ nilai FK nya sebesar 0.65, sayatan S5-S5’ nilai FK nya 0.70 dan untuk sayatan S6-S6’ sebesar 0.69. Dengan hasil ini, maka perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya gangguan kestabilan lereng disposal seperti merancang ulang geometri lereng dan monitoring terhadap lereng.

Kata-kata kunci: Disposal, faktor keamanan, kestabilan lereng

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2008. Cara Uji Penetrasi Lapangan dengan Alat Sondir, SNI 2827:2008. Badan Standardisasi Nasional dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum. hal : 2-4.

Arief, Saifuddin. 2007. Konsep Dasar Analisis Ketabilan Lereng. www.scribd.com.

Fredlund, D. G. 1984. Analytical Methods for Slope Stability Analysis. University of Saskatchewan Saskatoon, Canada.

Liong, GOUW Tjie, & Herman, Dave Juven, G. 2012. Analisa Stabilitas Lereng, Limit E¬¬¬qualibrium vs Finite Element Method. HATTI-PIT-XVI 2012, Jakarta.

Murthy, V.N.S. 2002. Principles and Practices of Soil Mechanics and Foundation Engineering : CRC Press. hal : 338.

Nassaji, F, & Kalantari, B. 2011. SPT Capabilty to Estimate Undrained Shear Strength of Fine-Grained Soils of Tehran, Iran, Vol. 16. EJGE.

Nugraha, F. 2014. Studi Perbandingan Beberapa Rumus Empiris Parameter Kuat Geser (Cu dan φ) dari Nilai N-SPT. E-Jurnal MATRIKS Teknik Sipil. hal : 499.

Prasetya, S. I. 2011. Studi Kasus Analisa Kestabilan Lereng Disposal di Daerah Karuh, Kec. Kintap, Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Teknik Pertambangan UPN Veteran, Yogyakarta.

Rahardjo, P. P. 2008. Penyelidikan Geoteknik dengan Uji Insitu. Geotechnical Engineering Center Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. hal : I-11- II-4.

Sumahing, M. 2013. Kajian Geoteknik Pit 2 Wara Design 2012 PT Adaro Indonesia Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Propinsi Kalimantan Selatan. Teknik Pertambangan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.