EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK MENGGUNAKAN ANALISIS DISTRIBUSI UKURAN FRAGMEN PADA PELEDAKAN BATUAN PENUTUP DI TAMBANG TERBUKA BATUBARA

Ahmad Ali Syafi'i., Riswan Riswan., Uyu Saismana., Romla Noor Hakim., Kartini Kartini.

Abstract


Peledakan dikatakan berhasil apabila batuan terberai menjadi fragmen dengan ukuran yang tepat untuk proses lanjutan. Proses lanjutan setelah pemberaian batuan penutup berupa pemuatan dan pengangkutan ke tempat penimbunan (disposal). Ukuran fragmen hasil peledakan harus sedapat mungkin mudah dimuat oleh alat muat yang beroperasi di lokasi peledakan saat itu. Permasalahan yang terjadi di lokasi penelitian ialah fragmen hasil peledakan yang berukuran ³ 70 cm sekitar 35%. Sedangkan perusahaan menargetkan maksimal 30%.  Fragmentasi erat kaitannya dengan perbandingan isian bahan peledak terhadap batuan yang terbongkar, yang diterapkan dalam bentuk geometri peledakan. Geometri peledakan yang diterapkan saat ini burden 8 m, spasi 9 m dengan kedalaman lubang yang bervariasi, diameter lubang ledak (D) 7.88 inchi dan subdrilling 0.5 m. Penelitian ini bertujuan menentukan geometri peledakan yang memberikan hasil paling optimum, yakni sesedikit mungkin isian bahan peledak untuk menghasilkan distribusi ukuran fragmen yang sesuai kriteria.

Geometri peledakan, isian bahan peledak, dan distribusi ukuran fragmen hasil peledakan diamati di 3 lokasi pengamatan yaitu interburden seam B, interburden seam C, dan interburden seam D.  Hubungan pengaruh isian bahan peledak terhadap hasil fragmentasi dari data aktual di lapangan dianalisis menggunakan pendekatan persamaan regresi polinomial orde 2.  Sebagai perbandingan teoritis digunakan pula model matematis Kuzram.  Selanjutnya ditentukan isian bahan peledak yang diprediksi menghasilkan ukuran fragmen ³ 70 cm maksimal 20%.

Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk mencapai target distribusi ukuran fragmen tersebut, diperlukan penambahan isian bahan peledak per lubang dengan burden dan spasi tetap 8 m x 9 m. Peledakan interburden seam B dengan tinggi jenjang 8 m memerlukan 208.34 kg bahan peledak per lubang, sementara untuk tinggi jenjang 10 m memerlukan 269.60 kg bahan peledak per lubang. Peledakan interburden seam C dengan tinggi jenjang 7 m memerlukan 306.4 kg bahan peledak per lubang, sedangkan untuk tinggi jenjang 8 m memerlukan 315 kg bahan peledak per lubang. Pada peledakan interburden seam D dengan tinggi jenjang 8 m diperlukan isian handak 290 kg per lubang. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk melakukan kegiatan peledakan yang optimal.

 

Kata-kata kunci: Burden, Fragmentasi, Isian Bahan Peledak, Peledakan, Spasi


Full Text:

PDF

References


Anonim. 2013. Bulk Emulsion for Reactive Ground. PT Dahana (Persero), Subang, Jawa Barat.

Bandhari, Sushil. 1997. Engineering Rock Blasting Operations. Dept. Of Mining Engineering, J.N.V Jodhpur, India .

Basuki, A. 2004. Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya.

Conya, C.J. 1990. Surface Blast Design. Prentice Hall, Engle Wood Cliffs, New Jersey.

Hustrulid, William. 1999. Blasting Principles for Open Pit Mining Volume 1 – General Design Concepts. A.A. Balkema, Rotterdam, Brookfield.

Melina, S. 2011. Kajian Analisis Regresi Parametrik Dengan Menggunakan Metode Kuadrat Terkecil. Universitas Sumatera Utara.

Saptono, S. 2006. Teknik Peledakan. Teknik Pertambangan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Yogyakarta.

Setiaji, B. 2004. Riset Dengan Pendekatan Kuantitatif. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Sitanggang, R. 2008. Perhitungan Distribusi Fragmen Batuan Hasil Peledakan Berdasarkan Model Kuzram dengan Menggunakan Simulasi Monte Carlo untuk Menentukan Faktor Batuan di Pit A Selatan – PT. Darma Henwa, Tbk. Institut Teknologi Bandung, Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.